Rabu, 08 Agustus 2012

Menentukan sikap terhadap pegaruh dan implikasi globalisasi terhadap bangsa dan Negara Indonesia


1.     Implikasi globalisasi terhadap bangsa dan Negara Indonesia
1)    Menghapus berbagai jenis subsidi untuk rakyat, sikap ini bukanlah arif dan bijak sebab hanya untuk kepentingan Negara-negara pemberi hutang.  Apalagi hal itu dilakukan dimana rakyat Indonesia sedang bergulat melawan krisis ekonomi.  Ironisnya Negara kreditur atau pemberi hutang memberikan subsidi besar-besaran terhadap rakyatnya dalam berbagai sector kehidupan padahal kondisi ekonomi rakyat dari negar G -8 sangat stabil.
2)    Meliberalisasi keuangan, kebijakan pemerintah yang meliberalisasi keuangan pada tahun 1997 ternyata telah mengakibatkan terpuruknya ekonomi Indonesia ke dasar yang paling dalam.  Liberalisasi ini adalah suatu kesepakatan untuk  menggunakan dolar Amerika sebagai nilai kurs Indonesia.  Awlanya nulai 1 dolar Rp 2.500,00 melonjak menjadi Rp 19.000,00, lonjakan ini jelas menguntungkan pemilik dolar dan disisi lain memperburuk kondisi ekonomi Indonesia.  Sebab melonjak nilai hutang luar negeri, harga barang inpor melonjak.
         Kita harus belajar dari Negara RRC yang tidak mengkurs atau meliberalisasi mata uangnya, walaupun mendapat tekanan dari Negara G-8 terutama Amerika Serikat.  RRC tidak terkena dampak krisis ekonomi tahun 1997 bahkan barang-barang dari RRC diminati pasar dunia yag sedang krisis karena harganya sangat murah sebab biaya produksinya murah Karena mata uangnya tidak dukurskan sehingga nilai tukarnya menjadi murah dalam perdagangan internasional.
3)    Meliberalisasi perbankan, kebijakan ini semakin memperparah perekonomian nasional.  Karena modal masyarakat dapat saja dimasukkan ke bank asing, sebab adanyakemudahan bank asing untuk beroperasi dan menawarkan suku bungan yang tinggi sehingga bank – bank nasional bersaing ketat, dan bank nasional sering dipakai sebagai pundi-pundi para pengusaha dan pejabat Negara untuk menarik keuntungan.  Akibatnya bank-bank nasional sering mengalami kerugian dan sering dibobol.  Oleh nsebab itu kerugian bank sering ditutup oleh BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) yang mencapai nilai triliunan rupiah.
4)    Melakukan Privatisasi BUMN (Badan Usaha Milik Negara), adalah kebijakan untuk menjual sebagian atau seluruhnya  saham BUMN kepada pihak swasta dengan alasan adanya korupsi dan salah pengelolaan terhadap BUMN tersebut, sehingga mengalami kerugian terus menerus, maka untuk mengatasi hal tersebut pemerintah mengadakan privatisasi atau menswatanisasikan BUMN tersebut.
5)    Perumus kebijakan di tingkat nasional, yaitu peningkatan srategi dan langkah-langkah operasional untuk menciptakan iklim yang menguntungkan dunia usaha,aparat, penegak hukum dll.
6)    Pelaku ekonomi, Daya saing makin banyak maka perlu untuk mempertahankan dan meningkatkan  pasar bagi hasil produksi nasional.
7)    Pemerintah,  dapat memainkan peran sebagai  fasilitator, bimbingan, kepada cendekiawan dan tenaga ahli untuk meningkatkan daya saing dalam kancah internasional.
8)    Bagi dunia Usaha, harus lebih jeli mempelajari peluang yang ada di pasar danmenigkatkan produksi dan daya saing perusahaannya.

2.     Sikap selektif terhadap pengaruh globalisasi

         Globalisasi mempunyai akibat positif dan negative.  Untuk menghadapi supaya tidak terimbas dengan pengaruh negative maka kita harus selektif dalam memilih dan memilah serta harus disesuaikan atau disaring dengan norma – norma masyarakat dan Nilai Pancasila, sebab Pancasila dan norma masyarakat adalah filter atau penyaring dari dampak globalisasi.
 
NO
Sisi Positif Globalisasi
Sisi negative Globalisasi

1

Liberalisasi barang , jasa dan komoditi lainnya memberikan peluang bagi Indonesia untuk ikut bersaing merebut pasar perdagangan luar negeri terutama hasilpertanian,tekstil dan baha tambang.
Bidang jasa indonesia punya peluang untuk menarik wisatawan mancanegara untuk menikmati keindahan alam, budaya tradisional yang beraneka ragam.


-Arus masuk perdagangan luar negeri menyebabkan defisit perdagangan nasional.
-Maraknya penyelundupan barang ke Indonesia.
-Masuknya wisatawan ke Indonesia melunturkan nilai luhur bangsa.

2

Ada kecendrungan perusahaan asing memindahkan operasi produksi perusahaannya ke Negara-negara sedang  berkembang dengan tujuan keuntungan geografis (bahan baku, areal luas, tenaga kerja murah).  Indonesia  memiliki peluang untuk dipilih menjadi tempat baru perusahaan itu.

-perusahaan dalam negeri lebih tertarik bermitra perusahaan luar negeri.  Akibatnya industri dalam negeri sulit berkembang.
-Terjadi kerusakan lingkungan dan polusi limbah industri.
-Bila perusahaan asing tersebut nantinya pindah atau pulang kampung maka akan terjadi pemutusan hubungan kerja secara besar-besaran.


3

Kecendrungan global terbatasnya investasi langsung luar negeri akan memberipeluang bagi pasar modal Indonesia seperti BEJ (Bursa Efek Jakarta) untukmeningkatkan transaksinya tanpa saingan investor asing.


-Perkembangan perusahaan nasional mejadi lambat karena investasinya lebih banyak malalui bursa efek dari pada mendirikan perusahaan baru.





4

Peredaran uang secara langsung dan tanpa batas negara memiliki aspek positif, antara lain para pengusaha dapat melakukan transaksi tanpa batas ruang dan waktu, memberikan peluang bank Indonesia untuk berebut peluang jasa layanan kartu kredit,transferantar bank, ATM dll.


-Maraknya kejahatan pembobolan rekening bank melaui jaringan online.
-Banyaknya pemalsuan  mata uang baik rupiah maupun asing.

5

Kebebasan gerak para pekerja yang semakin menggelobal memberikan kesempatan pekerja dari Indonesia  untuk memperoleh pekerjaan  di perusahaan asing baik di dalam negeri atau luar negeri.

-Maraknya pekerja illegal.
-banyaknya pelanggaran HAM terhadap TKI di luar negeri.




6

Kecenderungan melemahnya kedaulatan Negara justru dapat dipakai sebagai alat uji empiris terhadap pemerintah RI sejauh mana pemerintah dapat melakukan lobi diplomatik untuk menyeimbangkan kekuatan dengan iplom luar dan maju.

-Gagalnya berbagai program pembangunan nasional karena pemerintah harus memenuhi tuntutan lembaga internasional atau pemilik modal dari luar negeri.
-Maraknya demonstrasi yang berakhir rusuh.

7

Meski organisasi internasional seperti Bank Dunia, WTO, IMF menunjukkan kecendrungan sangat berkuasa dalam hubungan internasional, namun sisi positifnya adalah memberi  peluang pada menteri ekonomi dan keuangan dan perwakilan diluar negeri untuk melakukan lobi diplomatik untuk menemukan jalan keluar dalam penyelesaian persoalan ekonomi Indonesia.


-Melemahnya posisi tawar-menawar dalam proses dilomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia.
-munculnya rasa ketidak adilan global yang berpengaruh pada sikap apatis dalam pergaulan Internasional.

8

Distribusi citra (image) dan informasi global terutama malalui media elektronik seperti TV, Video dan Internet memberikan sikap positif :
 1) Menjadi sarana pendidikan  bagi orang Indonesia untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.
2) Memudahkan memperoleh barang-barang manufaktur berkat citra global.


-Munculnya sikap materialistis, gaya hidup konsumtif dan mentalitas instan.

-Maraknya pornografi dan pornoaksi.
-Melemahnya nilai luhur bangsa.

9

Globalisasi turisme internasional memberikan sumbangan positif seperti menambah lapangan kerja baru agen perjalanan, meningkatkan pendapatan hotel, transportasi,dll

-Maraknya penyelundupan obat terlarang.
-Maraknya penyakit masyarakat seperti (prostitusi, perdagangan wanita,kawin kontrak).
-Berkembangnya penyakit menular seperti HIV-AIDS, plu Babi.

Related Articles :


Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook

0 komentar:

Poskan Komentar

VIDEO

ENTER-TAB1-CONTENT-HERE

RECENT POSTS

RECENT

POPULAR POSTS

ENTER-TAB3-CONTENT-HER
 

M. KHOLIL BLOG Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha