Senin, 06 Agustus 2012

Mengevaluasi kebebasan pers dan dampak penyalahgunaan kebebasan media massa dalam masyarakat demokratis di Indonesia



1.     Mamfaat media massa dalam kehidupan sehari-hari
Media masa baik elektronik maupun cetak merupakan alat yang sangat ampuh dalam mengubah atau mempengaruhi opini publik. Media massa adalah alat pemberdayaan dan peningkatan kualitas pengetahuan masyarakat.  Pemamfaatan media massa dalam kehidupan sehari-hari juga sejalan dengan tugas pers situ sendiri, yaitu :
1) Sebagai pembuka ruang pembicaraan system politik untuk mendebatkan berbagai masalah kemasyarakatan.  Melalui pers masyarakat dapat secara terbuka membicarakan berbgai persoalan masyarakat sebagai warga Negara.
2) Sebagai pencerah pengetahuan masyarakat, pers member pendidikan politik dan mmenyampaikan informasi yang bertanggung jawab.  Media massa adalah sarana pembelajaran masyarakat.
3) Untuk melindungi hak rakyat, sebab media massa bertugas sebagai (watchdog) atau penjaga yang mengawasi pemerintah.  Melalui pers rakyat dapat menyampaikan opininya kepada pemerintah.
4) Untuk memberdayakan ekonomi nasional, media massa sebagai sarana promosi usaha.
5) Salah satu sarana hiburan.

2.     Dampak dari penyalahgunaan kebebasan pers / media massa
Penyalahgunaan kebebasan pers itu adalah berasal dari insan pers itu sendiri.  Bentuk-bentuk penyalahgunaan kebebasan pers itu, antara lain penyajian penyajian informasi yang tidak akurat, tidak objektif, bias, sensasional, tendensius, menyebarkan kebohongan, pornografi, menyebarkan permusuhan, mengeksploitasi kekerasan, dll.
Dampak dari tindakan tersebut adalah timbulnya kerugian baik bagi masyarakat, pemerintah maupun pers itu sendiri.  Masyarakat dirugikan karena tidak bisa memperoleh informasi yang akurat terutama mengenai kinerja pemerintah, muncul keresahan pada pihak yang dirugikan, munculnya sikap saling curiga dan perselisihan antar kelompok, dan konplik antar kelompok.
Pemerintah juga dirugikan karena dokumen, kebijakan, aktivitas pemerintah tidak dapat diberitakan secara akurat, munculnya penentangan-penentangan masyarakat yang tidak didasarkan fakta yang sebenarnya.  Begitu pula mpihak yang menjadi pokus pemberitaan dirugikan sebab dipermalukan atau disemarkan nama baiknya.  Pers sendiri dirugikan, sebab masyarakat dan pemerintah tidak percaya lagi kepada pemberitaan pers sehingga muncul sikap negative terhadap dunia pers.

v Langkah – langkah menulis / menyusun berita
Menyususn atau menulis berita merupakan adalah kegiatan yang sangat penting bagi kegiatan pers terutama bagi profesi wartawan.  Syarat menulis berita harus didasarkan pada fakta, objekstif, berimbang, lengkap, akurat, dan jelas.  Dalam menulis berita sebaiknya berpedoman pada standar rumus penulsan, yaitu yang dikenal dengan  5 W + 1 H,  sebagai berikut :
1.     Where : Unsur tempat. Di mana peristiwa itu terjadi, tempat,dikota, kecamatan, desa, jalanan).
2.     When : Unsur waktu.  Waktu terjadinya peristiwa  seperti hari, tanggal, bulan, tahun, pagi hari, siang hari, sore hari, dini hari, malam hari bahkan jam, menit.
3.     Who : siapa yang terlibat.  Unsur manusia selalu terlibat dalam setiap peristiwa seperti, penguasa, golongan, kelompok, pribadi, jangan sampai salah orang.
4.     Why : Mengapa peristiwa itu terjadi, seperti latar belakang terjadinya, sebab atau akibatnya.
5.     What : Unsur peristiwa itu sendiri, peristiwa apa yang dijadikan berita oleh penulis, atau masalah apa yang ditulis, misalnya politik, ekonomi, seni, sosial, budaya.
6.     How : Bagaimana proses terjadi peristiwa, kronologinya, alur pristiwa, harus diuraikan secara lengkap dan jelas.

v Contoh analisa berita dengan rumus  5 W + 1 H, yaitu
Perhatikan berita dari media cetak berikut ini !

Kepergian Sri Mulyani Harus Ditunda

Kepergian mantan menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk memenuhi tugas di Worl Bank masih terus menuai protes.

          TIDAK sedikit yang menilai kepergian perempuan asal Semarang yang terlibat kebijakan bailout Bank Century tersebut harus ditunda sampai proses penyelesaian kasus Bank Century tuntas.  Hal itu diutarakan dalam sebuah diskusi dengan Petisi 28 di Jakarta, Minggu (23/5). “Seharusnya Sri Mulyani tidak boleh pergi dan harus selesaikan dulu kasus Century,” ujar anggota Petisi 28, Haris Rusly.  Hal senada dinyatakan oleh akademis hukum UI, Ahmad Suryono.  Menurutnya kepergian mantan menteri keuangan tersebut dapat dilakukan dengan syarat tertentu.  “Seharusnya Sri Mulyani tidak boleh keluar sebelum dinyatakan bersalah atau tidak bersalah, dan proses penegakan hukum Century sudah naik ke tahap penyidikan,” jelasnya.  Sikap keras dinyatakan oleh anggota Petisi 28 lainnya, Haris Rusly. Menurutnya, langkah keras seperti penghadangan kepergian Sri Mulyani dapat dilakukan pada tanggal 26 Mei nanti.  “Kita blokir jalan tol menuju bandara pas tanggal 26 nanti!” serunya mengajak perwakilan mahasiswa dari Jayabaya dan Asy Syafiiyah yang juga hadir  dalam diskusi tersebut.(net) (Sumber : Harian Koran Berita, Selasa 25 Mei 2010,halaman 5.
          Dalam berita di atas, rumus  5W + 1H dari tulisan  tersebut dapat diuraikan sebagai berikut
1.     Why   : Kepergian mantan menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk
memenuhi tugas di Worl Bank masih terus menuai protes. Tidak   sedikit yang menilai kepergian perempuan asal semarang yang terlibat kebijakan bailout Bank Century tersebut harus ditunda sampai proses penyelesaian kasus Bank Century tuntas. 
2.     Who  : Anggota Petisi 28 Haris Rusly, Akademi hukum UI Ahmad
              Suryono.
3.     When : Minggu (23/5).
4.     Where : Jakarta.
5.     What :  “ Seharusnya Sri Mulyani tidak boleh pergi dan harus  selesaikan
              dulu kasus Century”.
3.     How  : Kepergian mantan menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk
memenuhi tugas di Worl Bank masih terus menuai protes. Tidak   sedikit yang menilai kepergian perempuan asal semarang yang terlibat kebijakan bailout Bank Century tersebut harus ditunda sampai proses penyelesaian kasus Bank Century tuntas.  “Seharusnya Sri Mulyani tidak boleh keluar sebelum dinyatakan bersalah atau tidak bersalah, dan proses penegakan hukum Century sudah naik ke tahap penyidikan,”

Related Articles :


Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook

0 komentar:

Poskan Komentar

VIDEO

ENTER-TAB1-CONTENT-HERE

RECENT POSTS

RECENT

POPULAR POSTS

ENTER-TAB3-CONTENT-HER
 

M. KHOLIL BLOG Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha